Lucu ya, ternyata hal-hal yang paling aku sukai bisa juga membuatku muak setengah mati. Aku benar-benar bingung dengan kondisi mood-ku akhir-akhir ini. Bukankah aku telah ‘mengorbankan’ kehidupanku yang lama demi bisa melakukan hal-hal yang paling kusukai, dan yang kuingat aku melangkah masuk ke dunia baru ini dengan sangat antusias dan bahagia. I was skipping happily all the way to the pawnshop*. Tapi beberapa hari ini aku melakukannya dengan menyumpah-serapah, sama sekali tidak dengan hati. Dan rasanya apapun yang kuhasilkan dengan tanganku begitu buruk, tidak pantas, jelas tidak memuaskanku. Bukan berarti aku butuh liburan. Justru aku begitu sibuk bersenang-senang sehingga aku mulai mempertanyakan, apa sih artinya senang-senang? Liburan adalah sesuatu yang orang lakukan untuk melepaskan diri sejenak dari kesibukan. Jadi begitu aku melakukannya setiap hari, dia mulai kehilangan maknanya. Dan ketika hal yang paling kusukai ternyata tidak lagi membuatku senang, apa lagi yang harus kucari?
Kemana lagi aku mesti mencarinya?
Kemarin aku bertemu seorang teman. Teman yang sungguh hebat. Setiap hari dia bekerja menjadi seorang pegawai negeri sipil dari pagi hingga pukul 4 sore. Mungkin tidak ada yang terlalu hebat dengan itu, namun setelah itu dia masih melanjutkan bekerja di sebuah laboratorium di kampus mulai pukul lima sore hingga setengah delapan malam. Setiap harinya. Dia menjalani yang pertama karena itulah keinginannya sejak dulu, dan menjalani yang kedua untuk uang.
Dan aku merasa sangat santai. Apa yang sedang kulakukan? Mengejar mimpi? Tidak terlalu. Aku merasa sedang berjalan begitu lamban, bahkan berhenti di sana-sini seolah-olah menunggu ada orang yang berteriak menyuruhku jalan. Dan bahkan seperti yang tadi kubilang, aku sedang sangat muak menjalaninya. Lalu apakah aku sedang mencari uang? Tidak juga. Keuanganku begitu menipis sehingga untuk pergi makan keluar pun aku harus berpikir dua kali.
Jadi, mari kembali lagi ke pertanyaan bernilai satu setengah juta rupiah perbulan itu, “What the hell am I doing here?”
Sabtu 24 Mei 2008
17:33

