aku memimpikan bisa merasakan lagi masa pacaran dengan kamu
dengan kamu hadir secara fisik, dan kita mengobrol apa saja
mulai dari yang penting-penting sampai teka-teki garing
dan bisa saling bebas melontarkan apapun yg ada di dalam kepala
melakukan apapun secara spontan
tanpa harus menunggu waktu yg tepat untuk login ke ym
atau membatasi obrolan karena media komunikasi dan waktu yang terbatas
dan aku ingin mulai mengenalmu dari awal lagi
karena terkadang kamu terasa sangat asing
di suatu saat aku menemuimu yang berwarna biru
dan hop! enam bulan kemudian tau-tau saja warnamu sudah merah
aku ingin mengenalmu hingga
aku tau jumlah jerawat di mukamu
hafal gerakan tanganmu saat berbicara
atau berapa lama kamu mandi setiap pagi
aku mengkhayalkan kamu mengajakku menikah
dan merencanakan bulan madu ke tempat yang indah
jalan-jalan santai keliling kota berpegangan tangan
mengobrol dan menertawakan sesuatu dan hanya kita yang tau apa yang lucu
lalu kita bisa berfoto di atas jembatan
duduk di pasir pantai hingga gelap
dan mengenangnya seumur hidup
aku memang membayangkan kita bersama-sama melihat gedung
memilih cincin
membuat foto prewedding
sambil saling menertawakan gaya masing-masing
mungkin kita akan sedikit bertengkar soal siapa yang jadi fotografer
atau warna apa yang bagus untuk undangan
tapi semuanya membuat kita semakin saling mengenal
dan aku tidak akan kaget melihatmu marah
karena aku sudah sering melihatmu tersenyum
tidak sakit hati melihatmu terlalu sibuk bekerja
karena kita juga menghabiskan banyak waktu bersama
aku bisa melihat kita tinggal di rumah mungil
dengan banyak jendela dan cahaya matahari
dan aku punya dapur yang membuatku betah
memasakkanmu macam-macam dan berdebar menunggumu pulang
dan saat di rumah fokusmu adalah tentang kita
bukan paper yang deadlinenya tinggal dua hari lagi
atau inboxmu karena kamu tak mau terlewat email dari bosmu
dangkal? terlalu sinetron? tidak realistis?
jangan berani-berani kamu sebut mimpiku tidak penting
kalau kamu boleh punya mimpi setinggi langit
kenapa aku tidak boleh punya mimpi yang dangkal-dangkal?
kalo kamu bisa ngotot mendapatkan yang kamu mau
kenapa aku tidak bisa memastikan mimpiku jadi kenyataan?
buat apa kita bersama-sama kalau aku cuma jadi pelengkap cita-citamu yang hebat
sementara mimpiku cuma mimpi-mimpi sampah
yang bahkan kamu pikir tidak ada perlunya untuk masa depan’mu’ yang serba tinggi
kalau kamu mau aku mendukungmu
kenapa kamu tidak coba menghargai inginku?
5 november 08
19:10