Oh I can’t believe you’re so mean! You make me weep even louder, but I feel somewhat relieved. Well okay then, I’d take that as an answer and here’s the deal. If I can’t depend on you then I’d rather be independent at all. And you will no longer have any rights to take parts [...]
Arsip untuk Juli, 2008
And To Be Myself Completely I’ve Just Got to Let You Go*
Diposkan dalam es krim pada Juli 31, 2008 | Leave a Comment »
Maaf, Sedang Terpuruk Sekali
Diposkan dalam es krim pada Juli 30, 2008 | Leave a Comment »
Aku tidak mengerti apa yang terjadi. Yang aku tahu cuma, aku sangat kesepian. Aku membayangkan, alangkah senangnya kalau ada yang menemani. Ada yang menyertai kalau ingin pergi. Dan ada yang menunggui saat tak mengerjakan apapun sama sekali. Tapi di samping kesepian, aku juga sangat pesimis. Aku merana tanpa keberadaanmu, tapi aku bahkan tak yakin segalanya [...]
Still With Extremism
Diposkan dalam tak terkategorikan pada Juli 29, 2008 | Leave a Comment »
If I could only have a half of you, then I’d rather not have you at all.
Because why should I suffer to deal with things I dislike if I could choose to only deal with things I like?
Maybe I’ll learn how to stop loving you possessively.
No, I’ll just learn how to let go of you. [...]
Ekstrim Sajalah, Please
Diposkan dalam es krim pada Juli 29, 2008 | Leave a Comment »
Aku suka merah, aku suka biru. Aku tidak pernah suka ungu.
Aku suka gelas yang terisi penuh. Akan kuhabiskan airnya sekali teguk. Aku tidak suka membiarkannya tinggal setengah.
Aku suka kata ‘iya’. Dan aku bisa memahami kata ‘tidak’. Tapi aku tidak suka apapun di antaranya.
Aku suka segala yang terang-benderang. Aku benci gelap. Aku benci harus meraba-raba [...]
Sepertinya Ujian Pertama Datang Darinya
Diposkan dalam cokelat, es krim pada Juli 29, 2008 | Leave a Comment »
Akhirnya aku mencoba menyesap hening dan sepi selama beberapa menit. Hening untuk mendengarkan hati, sepi untuk sendiri. Dan seketika itu pulalah jawaban itu muncul. Benar juga apa yang pernah dikatakan seorang sahabatku, kadang kita terlalu banyak mendengarkan suara-suara orang. Dan mereka bising sekali, berdengung-dengung di kuping kita. Mungkin kita hanya perlu mengibaskan tangan dan berhenti [...]